Transfer Beda Bank Hanya Kena Admin 2.500 Lewat BI FAST

Transfer antar bank mungkin biasa, tetapi transfer beda bank atau (ATM) sudah pasti dikenakan biaya admin. Inilah yang seringkali di perhitungkan sebagian besar orang, apalagi setiap bank memiliki kebijakan berbeda dalam mematok admin mulai dari Rp. 4.500 sampai dengan Rp. 7.000. Kini layanan transfer makin di mudahkan oleh Bank Indonesia (BI).

Belum lama pihak Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan layanan BI Fast Payment atau disingkat BI FAST bulan Desember 2021 lalu. Dengan menggunakan layanan BI FAST, transfer uang antar-bank secara online menjadi lebih murah.

Jika sebelumnya transfer uang dikenakan biaya admin sebesar Rp 6.500, kini turun menjadi Rp 2.500. Akan tetapi, biaya transfer antar-bank sebesar Rp 2.500 tersebut hanya berlaku untuk bank yang terdaftar di layanan BI FAST saja. Jadi buat anda yang ingin mendapatkan keringanan biaya admin segera daftarkan di BI FAST.

Mengutip KompasTekno dari laman resmi Bank Indonesia, Rabu (9/2/2022), BI FAST merupakan infrastruktur Sistem Pembayaran ritel nasional yang bisa memfasilitasi pembayaran ritel lebih cepat, aman, efisien, dan pastinya fleksibel.

Adapun tujuan utama dari layanan ini adalah untuk menghadirkan pelayanan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, serta andal. Layanan BI FAST dikembangkan guna mendukung konsolidasi industri Sistem Pembayaran nasional dan juga integrasi Ekonomi Keuangan Digital secara end-to-end. Menyangkut tentang BI FAST, berikut yang harus anda ketahui.

BI FAST Bukan Aplikasi Sendiri

Perlu kita semua tahu bahwa layanan BI Fast bukanlah aplikasi tersendiri yang diunduh dari toko aplikasi layaknya, Play Store maupun App Store seperti halnya M-Banking pada umumnya.

Namun BI FAST akan muncul saat nasabah melakukan transfer melalui mobile banking atau internet banking di bank yang telah menerapkan atau mendaftar di BI FAST. Sayangnya pelaksanaan penerapan BI FAST dari bank ke nasabah akan dilakukan secara bertahap. Hal ini sesuai dengan rencana masing-masing perbankan dalam menyiapkan kanal pembayaran.

Bukan hanya akan muncul di mobile banking dan internet banking saja, namun untuk saat ini layanan BI FAST juga tersedia di teller. Apabila layanan tersebut sudah terimplementasi, batas maksimal transfer menggunakan layanan BI FAST yakni sebesar Rp 250 juta per transaksi.

Seperti yang di sampaikan sebelumnya bahwa biaya transfer uang antar-bank lewat BI FAST dipatok maksimal yakni sebesar Rp 2.500. Tetapi, pihak perbankan bisa menetapkan biaya yang sama atau lebih rendah.

Manfaat transfer lewat BI FAST

Bagi anda yang masih penasaran apa manfaat dari BI FAST selain biaya admin yang lebih ringan? Jadi disini ada beberapa manfaat layanan BI FAST yang bisa digunakan industri perbankan dan masyarakat, yakni:

  • Tersedia setiap waktu/ real time selama 24/ 7 di level nasabah dan bank.
  • Praktis, karena hanya menggunakan nomor HP dan email saja sebagai alternatif nomor rekening.
  • Mempunyai beragam kanal pembayaran, yakni bisa melalui mobile banking, internet banking, konter, atau teller.
  • Dilengkapi dengan fitur-fitur yang melindungi transaksi nasabah, diantaranya seperti fraud detection atau (deteksi penipuan), Anti-Money Laundering/ AML (fitur anti pencucian uang), dan Countering Financing of Terrorism/CFT (pencegahan pendanaan terorisme).
  • Proses cepat, lantaran proses penyelesaian transaksi diklaim hanya butuh waktu 25 detik.
  • Terdapat notifikasi otomatis ke nasabah.

Bank yang Terdaftar di BI FAST

Pada waktu diluncurkan, baru ada 21 bank yang terdaftar di layanan BI FAST. Tetapi kini sudah merambah lagi, ada 42 bank yang terdaftar di layanan tersebut. Berikut daftar 42 bank yang tergabung dalam layanan BI FAST.

  • Bank Tabungan Negara UUS
  • Bank Tabungan Negara
  • Bank Permata UUS
  • Bank DBS Indonesia
  • Bank Danamon Indonesia
  • Bank Danamon Indonesia UUS
  • Bank Mandiri
  • Bank Central Asia (BCA)
  • Bank CIMB Niaga UUS
  • Bank CIMB Niaga
  • Bank Syariah Indonesia
  • Bank Negara Indonesia
  • Bank UOB Indonesia
  • Bank Mega
  • Bank Rakyat Indonesia
  • Bank OCBC NISP
  • Bank BCA Syariah
  • Bank Sinarmas
  • Bank Citibank NA
  • Pan Indonesia Bank
  • Bank Woori Saudara Indonesia KSEI (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia)
  • Bank HSBC Indonesia
  • BPD Jabar & Banten
  • Bank Maspion Indonesia
  • BPD Bali
  • Bank Multi Arta Sentosa
  • Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah
  • Bank Digital BCA
  • Bank Sahabat Sampoerna
  • Allo Bank Indonesia
  • BPD Jateng
  • BPD Jateng Unit Usaha Syariah
  • Bank Papua
  • Bank National Nobu
  • Bank Mandiri Taspen
  • Bank Ganesha
  • Bank KEB Hana Indonesia
  • Bank Mestika Dharma
  • BPD Jatim
  • BPD Jatim Unit Usaha Syariah
  • BPD NTT.